KOTA MALANG - Portal JTV – Di tengah tantangan degradasi lingkungan yang masih membayangi ketersediaan sumber daya air, instalasi pengolahan air minum (IPAM) atau Water Treatment Plant (WTP) SPAM Bango hadir sebagai pilar kemandirian air bersih bagi masyarakat Kota Malang. Sejak resmi beroperasi pada Agustus 2025, fasilitas strategis ini menjadi bukti nyata komitmen Perum Jasa Tirta 1 dalam menyediakan air minum berkualitas yang kemudian didistribusikan oleh Perumda Tugu Tirta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Untuk memastikan operasional berjalan optimal menjelang momen besar keagamaan, jajaran manajemen Perum Jasa Tirta 1 melakukan inspeksi mendadak ke lapangan. Direktur Utama Perum Jasa Tirta 1, Fahmi Hidayat, secara langsung meninjau seluruh rangkaian proses produksi di WTP Bango, Kamis (19/3/2026).

"Hari ini, manajemen Perum Jasa Tirta 1 meninjau ke WTP Bango Kota Malang. Kita ingin memastikan keandalan jaminan mulai dari kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air baku," ujar Fahmi Hidayat di sela-sela kunjungan.
Baca Juga : LocalFest #7 dalam Rangkaian ICCF 2025 Raih Pujian Menekraf atas Produk Kreatif Kota Batu
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur ini menyambut libur panjang Nasional. "Apalagi kita berada dalam musim liburan Nyepi dan Idul Fitri mulai tanggal 18 sampai dengan tanggal 24 Maret 2026. Tadi kita sudah sama-sama melihat mulai dari intake (pengambilan air baku) kemudian ke WTP. Kita bisa melihat secara langsung semua kondisi yang ada dan kita pastikan sesuai dengan kolaborasi yang diharapkan," tegasnya.
Namun, dalam peninjauan tersebut, Fahmi Hidayat juga menyoroti salah satu persoalan krusial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, yaitu kondisi air baku yang berasal dari Sungai Bango. Ia menjelaskan bahwa sungai tersebut banyak terpengaruh oleh kondisi sampah, terutama saat musim hujan.
"WTP SPAM Bango Kota Malang menjadi perhatian kita bersama bahwa air baku yang diolah dari air Sungai Bango banyak terpengaruh oleh kondisi sampah, apalagi saat musim hujan sehingga banjir membawa semua sampah yang berada di hulu yang mungkin secara langsung dibuang oleh masyarakat ke sungai," jelasnya.
Baca Juga : Jadi Tuan Rumah Porprov IX 2025, KONI Batu Butuh Dukungan Sarpras dan Anggaran
Meskipun menghadapi tantangan tersebut, Perum Jasa Tirta 1 memastikan bahwa proses pengolahan tetap berjalan dengan standar tertinggi. "Bagi Perum Jasa Tirta 1 sebagai pengelola WTP, kualitas air adalah prioritas utama untuk kemandirian air Kota Malang. Kita berharap masalah sampah dapat tertangani sehingga air baku untuk WTP bagus dan produksinya bisa kita andalkan jaminannya," pungkas Fahmi Hidayat.
Dengan adanya jaminan dari hulu hingga hilir ini, masyarakat Kota Malang diharapkan dapat menjalani ibadah dan liburan dengan tenang, tanpa khawatir akan ketersediaan air bersih yang mengalir di rumah mereka.(Ali)
Editor : JTV Malang



















